Kutim Prioritaskan Tiga Pilar DPPPA demi Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak

 



SANGATTA, Prediksia.co.id – Dalam rangka mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Kutai Timur secara konsisten menjalankan tiga program strategis yang menjadi prioritas utama. Program-program ini dirancang untuk memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas hidup dan melindungi hak-hak kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak, di seluruh wilayah kabupaten. 


Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Kutai Timur mengalokasikan sumber dayanya pada tiga program unggulan yang sejalan dengan visi misi Bupati dan target RPJMD. Program-program ini difokuskan pada upaya konkret pemberdayaan dan perlindungan bagi kelompok rentan, memastikan bahwa tidak ada satu pun pihak yang tertinggal dalam pembangunan daerah.


Kepala Dinas PPPA Kutai Timur, Idham Cholid, menjelaskan bahwa seluruh kebijakan dan program dinasnya mengacu pada kerangka pembangunan daerah dan prioritas pemimpin daerah. Hal ini menegaskan bahwa isu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak menjadi bagian integral dari pembangunan Kutai Timur, bukan sekadar program tambahan atau sampingan. 


Keterpaduan ini memastikan bahwa isu perempuan dan anak mendapatkan alokasi anggaran dan perhatian politik yang memadai. “Jadi program unggulannya kita mengikut dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah sama program prioritas bupati. Karena dinas kan itu ndak punya visi misi tapi visi misi bupatikan,” jelas Idham.


Penjabaran lebih lanjut mengenai ketiga program prioritas tersebut menunjukkan pendekatan yang komprehensif. Tiga program prioritas yang dimaksud adalah Kabupaten Layak Anak (KLA), kesetaraan gender, dan perlindungan khusus bagi anak. Idham menekankan bahwa konsep kesetaraan gender yang diusung bukanlah tentang menyamaratakan, melainkan tentang meningkatkan kapasitas dan peran perempuan dalam pembangunan. 


Pendekatan ini bertujuan untuk memberdayakan perempuan agar dapat berkontribusi maksimal dalam berbagai sektor pembangunan, sesuai dengan potensi dan kodratnya. “Kesetaraan itu bukan berarti sama yah tapi fungsinya perannya ditingkatkan, jadi peran perempuan bisa lebih optimal,” tambahnya.


Pada aspek perlindungan anak, DPPPA Kutim tidak setengah-setengah dalam memberikan layanan. Di sisi perlindungan anak, dinas memberikan pendampingan komprehensif bagi anak-anak yang menjadi korban kekerasan. Layanan yang diberikan tidak hanya sebatas pendampingan psikososial, tetapi juga pengawalan hingga proses hukum berjalan. 


Pendampingan yang holistik ini sangat krusial untuk memulihkan trauma anak dan memastikan mereka mendapatkan keadilan, sekaligus menjadi bentuk perlindungan negara terhadap warga negaranya yang paling rentan. “Dan program perlindungan kepada anak-anak yang terkena kasus kekerasan, pendampingan pengawalan sampai proses hukumnya,” pungkas Idham.


Melalui program-program ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi perempuan dan anak untuk tumbuh dan berperan aktif di masyarakat. Implementasi program ini diharapkan dapat meningkatkan indeks pembangunan manusia khususnya di bidang kesetaraan gender dan pemenuhan hak anak, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada terwujudnya Kutai Timur yang lebih sejahtera, adil, dan beradab bagi semua generasi. (Adv/Za/Le).

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama