SPPG Swarga Bara Jadi Pusat Inovasi Gizi di Kutai Timur

 




SANGATTA.Prediksi.co.id — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) resmi memulai langkah baru dalam peningkatan gizi anak melalui peluncuran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Swarga Bara, Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara. Program ini bukan sekadar upaya pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga dirancang sebagai sarana pemberdayaan masyarakat lokal.


Peluncuran yang digelar di Jalan Poros Kabo, Gang Mawar, pada Selasa pagi itu dihadiri oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mulyono, Kepala Desa Swarga Bara Wahyuddin Usman, serta unsur Forkopimda Kutim.


Ketua SPPG Swarga Bara Tiara Riapernia menjelaskan bahwa dapur gizi yang dibangun ini tidak hanya melayani anak-anak, tetapi juga menghubungkan petani, peternak, dan pelaku usaha kecil di daerah.


“Kami ingin menjadikan SPPG sebagai pusat kolaborasi masyarakat. Anak-anak mendapatkan makanan bergizi, sementara petani dan peternak lokal punya pasar tetap,” ujarnya.


Program ini akan menyalurkan makanan bergizi kepada 2.274 anak dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA. Pada tahap pertama, sekolah yang menjadi penerima manfaat antara lain KB Pelita Asoka, TK Al Munawaroh, SD Islam Imam Syafii, TK dan PAUD Cinta Islam Imam Syafii, SD Negeri 005 Sangatta Utara, serta SMA Negeri 2 Sangatta Utara.


Sebanyak 50 tenaga kerja lokal telah dilibatkan untuk menyiapkan dan mendistribusikan makanan setiap harinya. SPPG juga memastikan kualitas gizi dipantau oleh ahli nutrisi dan petugas kesehatan setempat.


Bupati Ardiansyah Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas program ini ke seluruh kecamatan di Kutim.


“Saya ingin ini jadi contoh bagi desa lain. Selain menyehatkan anak-anak, kita juga ingin menggerakkan ekonomi masyarakat,” kata Ardiansyah.


Distribusi perdana MBG dilakukan ke dua sekolah penerima manfaat, yaitu SD Islam Imam Syafii dan SD Negeri 005 Sangatta Utara. Ardiansyah berpesan agar pengawasan terhadap kandungan gizi dilakukan secara ketat dan berkelanjutan.


Program ini menjadi tonggak baru dalam membangun generasi Kutai Timur yang sehat, kuat, dan berdaya saing melalui pendekatan pemberdayaan lokal dan ketahanan pangan berkelanjutan. (Adv Prokompin Kutim/Sol/Le).

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama