Tenggarong – Untuk menjamin keamanan pangan dan melindungi kesehatan masyarakat, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kutai Kartanegara (Dinas Ketapang) meluncurkan program Aksi Perubahan “SiPeSAT” (Strategi Pengawasan Keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan). Program ini fokus pada pengawasan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) sebelum beredar di pasaran (pre-market), khususnya bagi produsen atau petani hortikultura.
Pengawasan dilakukan bekerja sama dengan jejaring keamanan pangan dan stakeholder terkait, termasuk Koordinator Penyuluh Pertanian dan Penyuluh Pertanian. Kegiatan sosialisasi SiPeSAT di 5 telah dilaksanakan di lima kecamatan: Tenggarong, Loa Kulu, Marang Kayu, Muara Kaman, dan Sebulu.
Sebanyak 97 petani hortikultura dari lima kecamatan menjadi sasaran pemeriksaan, dengan 293 sampel sayur dan buah diuji secara cepat untuk residu pestisida. Kecamatan prioritas ini dipilih karena menjadi sentra pertanian dan jalur distribusi utama ke masyarakat.
Program ini mendukung tujuan nasional, sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo untuk membangun generasi emas yang sehat dan berkualitas.
Aji Deni HM, Kepala Bidang Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kukar, memaparkan program ini sebagai bagian dari tugas Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan I Tahun 2025 di Samarinda. Kegiatan pelatihan berlangsung dari 24 Februari hingga 4 Juli 2025.
Dengan pengawasan ketat dan terstruktur, diharapkan masyarakat dapat mengonsumsi pangan segar yang aman, berkualitas, dan bebas dari risiko kesehatan akibat kontaminasi.(Adv/Di/Le).
Posting Komentar