SANGATTA, Prediksi.co.id– Krisis air bersih yang selama ini menghantui warga di enam desa Kecamatan Teluk Pandan, Kutai Timur (Kutim), dipastikan segera berakhir. Pemerintah Kabupaten Kutim bersama sejumlah pihak menyiapkan proyek besar Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Indominco yang akan melayani sekitar 4.000 pelanggan rumah tangga pada 2028 mendatang.
Program senilai ratusan miliar rupiah ini melibatkan kolaborasi lintas lembaga. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, PT Indominco Mandiri, Pemkab Kutim, hingga Pemkot Bontang bahu-membahu menyiapkan infrastruktur yang akan menjadi tulang punggung layanan air bersih lintas wilayah.
Direktur Utama Perumdam Tirta Tuah Benua (TTB) Kutim, Suparjan, menyebut proyek ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“SPAM Regional Indominco bukan sekadar proyek fisik, tapi solusi nyata untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi ribuan warga,” tegasnya.
Pembangunan SPAM ini mencakup unit air baku, transmisi sepanjang 26 kilometer, serta instalasi pengolahan air (IPA) berkapasitas 249 liter per detik. Jaringan distribusi utama sepanjang 20 kilometer juga akan dibangun untuk memastikan suplai merata hingga pelosok desa seperti Suka Rahmat, Suka Damai, Danau Redan, Martadinata, Teluk Pandan, dan Kandolo.
Selain itu, dua reservoir offtaker berkapasitas 200 dan 49 liter per detik disiapkan untuk menjaga stabilitas tekanan air. Sementara Pemkab Kutim mengalokasikan Rp25 miliar dari APBD 2025 guna pembangunan jaringan pipa distribusi dan offtaker, ditambah Rp3,4 miliar untuk pipa tersier di Dusun Sidrap, Desa Martadinata.
Air bersih bagi warga Teluk Pandan tak hanya berarti kemudahan sehari-hari. Kehadirannya diyakini dapat meningkatkan derajat kesehatan, kualitas sanitasi, dan produktivitas ekonomi lokal. Petani dan nelayan di kawasan pesisir kini menaruh harapan besar terhadap proyek ini.
“Air adalah kehidupan. Kami ingin memastikan setiap rumah tangga di Kutim punya akses yang layak,” tutup Suparjan.
SPAM Regional Indominco bukan hanya proyek infrastruktur, tapi simbol kolaborasi dan komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan layanan publik yang setara bagi semua warga. (Adv Prokompin Kutim/Sol/Le).

Posting Komentar