SANGATTA, Prediksi.co.id – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tengah bersiap menapaki fase baru dalam sejarah ekonominya. Kabar hadirnya dua perusahaan tambang besar yang akan menanamkan investasi di daerah ini menjadi penanda babak baru pembangunan yang lebih progresif. Pengumuman itu disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, saat membuka Kudungga Run Festival 2025 di Stadion Kudungga, Sangatta, beberapa waktu lalu.
“Masuknya dua perusahaan tambang ini bukan sekadar kabar bisnis, tapi momentum kebangkitan ekonomi lokal. Warga Kutim harus bisa menjadi bagian utama dari perubahan ini,” tegas Mahyunadi di hadapan lebih dari 1.500 peserta lomba lari yang hadir dalam festival tersebut.
Acara olahraga tersebut turut dihadiri oleh Komandan Lanal Sangatta Letkol Laut (P) Fajar Yuswantoro, Ketua KONI Kutim Rudy Hartono, serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Basuki Isnwan. Di tengah semangat sportivitas, pemerintah daerah memanfaatkan momentum publik itu untuk mengumumkan peluang investasi strategis yang akan membawa dampak ekonomi jangka panjang.
Pemerintah Kutim memastikan, seluruh investasi baru harus tunduk pada Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan, yang mewajibkan perusahaan mempekerjakan minimal 80 persen tenaga kerja lokal. Langkah ini diambil untuk menjamin keberpihakan terhadap masyarakat daerah agar mereka tidak hanya menjadi penonton di tanah sendiri.
“Kami akan awasi pelaksanaannya. Tidak boleh lagi perusahaan membawa banyak tenaga kerja dari luar, sementara warga lokal siap bekerja,” tegas Mahyunadi.
Selain mengundang investasi besar, Pemkab Kutim juga memberi perhatian serius kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dalam kesempatan yang sama, Mahyunadi mengumumkan kebijakan baru berupa penurunan retribusi UMKM di Taman Venus, Bukit Pelangi dari Rp1,5 juta menjadi hanya Rp300 ribu per bulan.
Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk dukungan nyata terhadap ekonomi kerakyatan. Dengan retribusi ringan, pelaku usaha kecil diharapkan bisa lebih leluasa berkembang dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Kombinasi antara investasi tambang dan penguatan UMKM menjadi fondasi strategis dalam membangun kemandirian ekonomi lokal di jantung Kalimantan Timur. (Adv Prokompi Kutim/Sol/Le).

Posting Komentar