SANGATTA, Prediksi.co.id — Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menargetkan seluruh 12 Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan dapat tercapai sepenuhnya pada akhir 2025. Target ini merupakan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan seluruh masyarakat Kutim memperoleh layanan kesehatan dasar secara merata, berkualitas, dan sesuai standar nasional.
Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno, menjelaskan bahwa
SPM kesehatan menjadi indikator utama kinerja pelayanan kesehatan daerah. Dua
belas indikator tersebut mencakup pelayanan kesehatan ibu hamil, bayi baru
lahir, balita, imunisasi dasar lengkap, penanganan gizi buruk, layanan penyakit
menular seperti TBC dan HIV, pelayanan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ),
hingga kesehatan lingkungan. “Semua indikator harus mencapai 100 persen karena
merupakan kewajiban pemerintah dalam memberikan layanan dasar,” ujarnya.
Untuk mempercepat pencapaian target, Dinas Kesehatan
melakukan integrasi program lintas sektor serta memperkuat sistem pelaporan
berbasis digital agar seluruh puskesmas dapat memantau dan memperbarui capaian
SPM secara berkala. “Kami sudah mengoperasikan dashboard data SPM yang
terhubung dengan seluruh puskesmas. Dari situ bisa terlihat indikator mana yang
sudah mendekati target dan mana yang perlu ditingkatkan,” jelas Sumarno.
Ia menyebut beberapa indikator seperti imunisasi dasar
lengkap dan layanan persalinan sudah berada pada tingkat capaian tinggi. Namun
tantangan masih terjadi di wilayah terpencil yang sulit dijangkau. Untuk itu,
pemerintah mengoptimalkan mobilisasi tenaga kesehatan, penguatan logistik,
serta koordinasi dengan pemerintah desa. “Daerah pedalaman akan menjadi fokus
percepatan,” tegasnya.
Sumarno optimistis Kutim dapat mencapai 100 persen SPM kesehatan pada 2025 melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, puskesmas, serta dukungan masyarakat. “Ini bukan sekadar target angka, tetapi komitmen memastikan seluruh warga mendapat hak dasar di bidang kesehatan,” ujarnya. (Adv/Za/Le).
Posting Komentar