Kutim Siapkan TPST Modern, Akhiri Era Tumpukan Sampah


 


SANGATTA, Prediksi.co.id – Kutai Timur (Kutim) bersiap memasuki babak baru dalam pengelolaan sampah. Pemerintah Kabupaten Kutim memastikan akan segera menutup Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Batota yang selama bertahun-tahun menjadi lokasi utama pembuangan sampah di Sangatta. Sebagai gantinya, Pemkab menyiapkan pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) yang lebih modern dan ramah lingkungan.


Keputusan ini diambil menyusul kapasitas TPA Batota yang sudah jauh melampaui batas ideal. Selain itu, lokasi tersebut juga beririsan dengan area konsesi pertambangan, yang dinilai berpotensi menimbulkan persoalan baru. “Kami tidak ingin hanya memindahkan tumpukan sampah. TPST ini harus menjadi solusi berkelanjutan,” tegas Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, dalam rapat koordinasi di Aula Bappeda Kutim.


Rapat tersebut juga dihadiri Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setkab Kutim Noviari Noor, perwakilan PT Kaltim Prima Coal (KPC), dan sejumlah perangkat daerah. Mereka membahas empat lokasi alternatif TPST, yakni di kawasan Muara Bengalon (IUPK), Lock Pond 4, Ring Road Sangatta, serta Km 5 arah Sangatta–Bontang.


Mahyunadi menekankan, pembangunan TPST bukan sekadar mengganti lahan pembuangan. “Kita ingin mengubah paradigma. TPST akan menjadi pusat pengolahan, pemilahan, hingga daur ulang sampah. Bahkan sebagian bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi baru,” ujarnya.


Rencana besar ini akan melalui proses panjang, termasuk studi kelayakan dan penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Pemkab juga akan menggandeng akademisi, komunitas lingkungan, dan masyarakat setempat agar hasilnya dapat diterima secara luas.


Kutim menargetkan pembangunan fisik TPST dimulai pada awal 2026. Langkah ini sejalan dengan misi daerah menuju Kutim Hijau dan Berkelanjutan, di mana pengelolaan sampah tak hanya berhenti di pembuangan, tapi juga memberi nilai ekonomi.


Dengan kebijakan baru ini, Pemkab berharap Kutim bisa keluar dari bayang-bayang Batota dan menjadi contoh kabupaten lain dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang modern dan berbasis lingkungan. (Adv Prokompin Kutim/Sol/Le).

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama