Pemkab Kutim dan Baznas Gerak Cepat Bantu Korban Kebakaran di Wanasari

 



MUARA WAHAU, Prediksi.co.id – Di antara puing kayu hangus dan seng yang menggulung, warga Desa Wanasari, Kecamatan Muara Wahau, Kutai Timur (Kutim), kembali merajut harapan. Pemerintah Kabupaten Kutim bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kutim hadir menyalurkan bantuan bagi korban kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu, sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial pemerintah daerah.


Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman. Ia didampingi Kepala Dinas Sosial Kutim Ernata Hadi Sujito serta Ketua Baznas Kutim Masnif Safwan. Kehadiran rombongan pemerintah di lokasi kebakaran menjadi penguat moral bagi warga yang kehilangan hunian.


Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah menyampaikan duka cita mendalam sekaligus menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak lepas tangan ketika warganya tertimpa musibah. Menurutnya, bantuan yang diberikan diharapkan mampu meringankan beban lima kepala keluarga dengan total 19 jiwa yang terdampak.


“Harapannya bantuan ini dapat sedikit meringankan beban para korban dan membantu mereka segera bangkit dari keterpurukan,” ujar Ardiansyah yang hari itu mengenakan pakaian dinas harian. Ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, termasuk pengelolaan instalasi listrik dan penggunaan kompor di pemukiman padat.


Ketua Baznas Kutim Masnif Safwan menjelaskan, bantuan berasal dari dana zakat para muzakki, khususnya aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kutim. Untuk pemilik rumah, Baznas memberikan Rp10 juta per unit, sementara penyewa atau penghuni kontrakan menerima Rp5 juta per kepala keluarga.


Dinas Sosial Kutim juga menyalurkan 19 paket bantuan logistik berisi beras, mie instan, minyak goreng, gula pasir, sarung, dan selimut. Ernata menegaskan, paket tersebut merupakan bentuk respon cepat pemerintah terhadap bencana sosial.


Sinergi Pemkab, Dinsos, dan Baznas diharapkan mempercepat pemulihan pascabencana. Selain dukungan materi, kehadiran pemerintah menjadi simbol bahwa tidak ada warga Kutim yang dibiarkan menghadapi musibah sendirian. (Adv Prokopim Kutim/Sol/Le). 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama