Perkuat Akses Keuangan, Kutim Siap Jadi Penggerak Ekonomi Hijau

 



SAMARINDA, Prediksi.co.id – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya dalam memperkuat sinergi antarperangkat daerah untuk memperluas akses keuangan dan memperdalam literasi pasar modal di daerah. Komitmen itu disampaikan saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) dan Coaching Clinic Pasar Modal dan Bursa Karbon bagi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) se-Kalimantan Timur, yang digelar di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, belum lama ini.


Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Asisten II Setprov Kaltim, Ujang Rachmad, mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim. Forum ini menjadi bagian dari rangkaian Sosialisasi Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2025, yang dihelat untuk memperkuat kolaborasi lintas daerah di bidang akses keuangan dan investasi hijau.


Dalam sambutannya, Ujang menegaskan pentingnya Rakor ini sebagai wadah penyamaan persepsi serta penguatan strategi antar-TPAKD kabupaten/kota. “Kita ingin memperluas pengetahuan tentang pasar modal, bursa karbon, dan instrumen pembiayaan inklusif. Harapannya, muncul lebih banyak investor ritel dan UMKM yang mampu memanfaatkan Securities Crowdfunding (SCF) dan SCF Syariah,” ujarnya.


Kaltim, menurut Ujang, memiliki potensi besar dalam pengembangan perdagangan karbon, seiring statusnya sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) dan paru-paru dunia. Dengan kekayaan sumber daya alam dan luasnya kawasan hutan, potensi kredit karbon dapat menjadi sumber pembiayaan alternatif bagi pembangunan daerah.


Dari Kutai Timur, hadir Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Setkab Kutim, Noviari Noor, yang menilai kegiatan ini sangat strategis bagi daerah. “Ini langkah penting untuk memperkuat akses pembiayaan pembangunan dan membuka ruang investasi lokal. UMKM perlu kita dorong agar melek pasar modal,” ujar Noviari.


Ia menambahkan, Pemkab Kutim berkomitmen menindaklanjuti hasil forum ini dengan memperluas edukasi keuangan hingga tingkat kecamatan. Menurutnya, semakin banyak pelaku usaha memahami mekanisme pasar modal dan bursa karbon, semakin cepat roda ekonomi daerah berputar.


Dengan semangat kolaboratif, Rakor TPAKD se-Kaltim ini bukan sekadar ajang seremonial, tetapi momentum strategis membangun ekonomi hijau yang inklusif dan berkelanjutan di Kalimantan Timur. (Adv Prokompin Kutim/Sol/Le).


 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama