Proyek SPAM Indominco Menjawab Kebutuhan Air Bersih Teluk Pandan

 




SANGATTA  Prediksi.co.id– Ketersediaan air bersih di Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), segera memasuki babak baru. Di tengah lonjakan kebutuhan akibat pertumbuhan penduduk dan berkembangnya aktivitas industri, Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Tuah Benua (Perumdam TTB) Kutim memastikan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Indominco siap menjadi tulang punggung layanan air minum di wilayah pesisir tersebut.


Direktur Utama Perumdam TTB Kutim, Suparjan, menegaskan komitmen perusahaan daerah untuk mengawal proyek yang digadang-gadang sebagai salah satu program strategis sektor air minum di Bumi Untung Benua ini. Menurutnya, SPAM Regional Sistem Void Indominco bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan instrumen pemenuhan hak dasar warga atas akses air bersih yang layak dan berkelanjutan.


“Kami mendukung penuh penyelenggaraan SPAM Regional Sistem Void Indominco. Proyek ini langkah penting untuk menjamin akses air bersih yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.


Teluk Pandan selama ini masuk kategori kawasan dengan kebutuhan air bersih tinggi namun infrastruktur terbatas. Sebagian besar warga masih mengandalkan sumur gali, air hujan, dan sumber air permukaan. Pada musim kemarau, debit air kerap menurun dan kualitasnya pun tidak selalu stabil. Kondisi itu cukup berisiko terhadap kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.


Secara teknis, infrastruktur yang disiapkan antara lain intake air baku minimal berkapasitas 250 liter per detik, jaringan pipa transmisi sepanjang kurang lebih 26 kilometer, instalasi pengolahan air dengan kapasitas sekitar 249 liter per detik, dan jaringan pipa distribusi utama kurang lebih 20 kilometer. Di hilir, akan dibangun dua reservoir offtaker berkapasitas 200 liter per detik dan 49 liter per detik sebagai penyangga pasokan sebelum didistribusikan ke pelanggan.


Suparjan menekankan, Perumdam TTB Kutim tidak hanya fokus pada pemenuhan target kuantitas, tetapi juga kualitas dan jangkauan layanan. “Air adalah kehidupan. Melalui proyek ini, kami berupaya menghadirkan layanan yang memenuhi standar teknis serta dapat dijangkau masyarakat luas, termasuk di wilayah pesisir dan permukiman yang selama ini sulit mendapatkan air layak konsumsi,” tegasnya. (Adv Prokompin Kutim/SOl/Le).

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama