SANGATTA, Prediksi.co.id – Wakil Bupati Kutai Timur (Wabup Kutim) Mahyunadi menegaskan bahwa percepatan ekonomi daerah hanya bisa dicapai melalui kerja cerdas, kerja keras, dan sinergi lintas sektor. Hal itu disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Kutim 2025 yang digelar di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, belum lama ini.
Menurut Mahyunadi, pembangunan daerah tidak dapat berhenti pada tataran konsep atau dokumen perencanaan semata. Pemerintah, legislatif, pelaku usaha, dan masyarakat harus bersatu dalam aksi nyata dan kolaborasi konkret agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Sinergi dan komunikasi antar sektor adalah kunci agar program pembangunan berjalan efektif,” ujar Mahyunadi di hadapan peserta rapat yang dihadiri pula oleh Kepala BPS Kutim Widiyantono, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekkab Kutim Noviari Noor, unsur Forkopimda, serta para pelaku usaha.
Ia menyoroti serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang hingga triwulan III tahun 2025 baru mencapai 46 persen. Angka tersebut masih di bawah target ideal, yakni 50 persen. Rendahnya serapan anggaran, kata dia, mencerminkan bahwa program pembangunan belum berjalan maksimal di lapangan.
“Serapan anggaran itu bukan sekadar angka, tapi cerminan dari kinerja pemerintah dalam melayani masyarakat. Kalau rendah, berarti manfaat pembangunan belum cepat dirasakan,” tegasnya.
Mahyunadi juga menyoroti keterlambatan dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2026. Keterlambatan tersebut, menurutnya, berdampak langsung terhadap lambannya realisasi program dan kegiatan di tahun berikutnya.
Kepala BPS Kutim, Widiyantono, dalam kesempatan yang sama memaparkan bahwa perekonomian Kutim tumbuh 9,82 persen pada 2024, dengan kontribusi besar terhadap ekonomi Kalimantan Timur sebesar 18,60 persen. Namun, ia mengingatkan adanya perlambatan pertumbuhan di semester I 2025 yang hanya mencapai 2,1 persen.
Ia menilai, ketergantungan Kutim terhadap sektor batubara menjadi tantangan besar. Karena itu, diversifikasi ekonomi perlu segera dilakukan dengan memperkuat sektor industri pengolahan, pertanian, dan pariwisata.
Mahyunadi menutup rapat dengan menekankan pentingnya kerja sepenuh hati. “Jangan hanya mengejar angka pertumbuhan, tapi pastikan kebijakan kita benar-benar menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh warga Kutai Timur,” tandasnya. (Adv Prokompin Kutim/Sol/Le).

Posting Komentar