SANGATTA, Prediksi.co.id — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat sistem pendidikan inklusif dengan menyiapkan guru-guru khusus di seluruh sekolah agar anak-anak berkebutuhan khusus dapat belajar bersama siswa reguler. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mewujudkan pendidikan yang adil dan merata bagi semua kalangan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim, Mulyono, menjelaskan bahwa saat ini sudah terdapat 121 guru inklusi yang lulus pelatihan dan pendidikan khusus, sementara sekitar 300 guru lainnya tengah menempuh kuliah inklusi di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
“Kami ingin memastikan tidak ada anak yang tertinggal hanya
karena keterbatasan fisik atau kondisi khusus. Semua sekolah nantinya memiliki
minimal satu guru inklusi,” ujarnya.
Program ini merupakan bagian dari kebijakan pendidikan berkeadilan
yang dijalankan Disdikbud Kutim sejak 2024. Tahun depan, jumlah guru inklusi
ditargetkan meningkat menjadi 600 orang melalui kerja sama
dengan universitas mitra. “Kami tidak cukup dengan pelatihan singkat atau
bimtek. Para guru harus menempuh pendidikan akademik agar benar-benar siap
mendampingi siswa berkebutuhan khusus,” jelas Mulyono.
Ia menambahkan, kebijakan ini diambil karena Sekolah Luar Biasa
(SLB) di Kutim masih terbatas dan belum menjangkau seluruh wilayah.
Dengan menempatkan guru inklusi di sekolah umum, anak-anak berkebutuhan khusus
dapat mengakses pendidikan yang setara tanpa harus terpisah dari lingkungan
sosialnya.
“Konsepnya bukan satu sekolah inklusi, tetapi semua sekolah harus siap
menjadi inklusif. Anak-anak istimewa berhak mendapatkan pendidikan yang sama,”
tegasnya.
Langkah ini menjadi bagian dari reformasi pendidikan Kutim menuju sistem pembelajaran yang lebih manusiawi, adaptif, dan setara bagi seluruh peserta didik. (Adv/Za/Le).
Posting Komentar