Transfer Daerah Dipangkas, Bappeda Kutim Rampingkan 50 Program Unggulan

 



SANGATTA, Prediksi.co.id – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mulai membenahi arah pembangunan daerah menyusul sinyal kuat pemangkasan Dana Transfer Umum (DTU) dari pemerintah pusat pada tahun anggaran 2026. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutim pun bersiap “merampingkan tanpa menghapus” 50 program unggulan Bupati agar tetap bisa berjalan di tengah menyusutnya ruang fiskal daerah.


Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappeda Kutim, Noviari Noor, menjelaskan, kebijakan penajaman program ini merupakan langkah antisipatif atas penurunan penerimaan yang tergolong tajam. Berdasarkan proyeksi, total dana transfer yang semula mencapai Rp6,37 triliun pada 2025 akan menyusut menjadi sekitar Rp3,26 triliun pada 2026.


Secara komponen, Dana Bagi Hasil (DBH) diperkirakan hanya sekitar Rp1,2 triliun, sementara Dana Alokasi Umum (DAU) berada pada kisaran Rp2,01 triliun. Artinya, Kutai Timur berpotensi mengalami koreksi pendapatan hampir separuh, dengan angka penurunan mencapai 48,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.


“Jelas kita akan menajamkan program dengan skala prioritas,” ujar Noviari ketika ditemui wartawan di Sangatta, belum lama ini. Menurutnya, penajaman berarti melakukan pengaturan ulang fokus, bukan menghilangkan kegiatan yang sudah menjadi komitmen daerah.


Ia menegaskan, 50 program unggulan Bupati Kutim tetap dijalankan karena telah menjadi bagian dari amanah visi dan misi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Program-program tersebut menjadi instrumen utama untuk mendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas hidup warga di seluruh kecamatan.


Lebih jauh, Noviari menyebut tiga sektor strategis akan tetap menjadi poros pembangunan, yakni infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan transformasi ekonomi daerah. Pembangunan fisik terutama diarahkan untuk menguatkan konektivitas antarwilayah, sementara peningkatan SDM diproyeksikan menjadi modal utama dalam menghadapi perubahan struktur ekonomi.


“Pembangunan fisik, peningkatan kapasitas SDM dan transformasi ekonomi tetap menjadi prioritas. Kita alokasikan sesuai porsi dan skala prioritas pelaksanaan, disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” jelasnya.


Bappeda menilai, langkah penajaman program ini merupakan bentuk tanggung jawab Pemkab Kutim dalam menjaga kesinambungan pembangunan di tengah tekanan fiskal. Dengan penyesuaian yang terukur, pemerintah daerah berharap tetap mampu mengawal target RPJMD hingga akhir periode. (Adv Prokompin Kutim/Sol/Le). 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama