Mahasiswa KKN Tematik Literasi Unhas Paparkan Program Penguatan Literasi di Kelurahan Tolo


Teks Foto: Mahasiswa KKN Tematik Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin memaparkan program kerja kepada pemerintah kelurahan, tenaga pendidik, dan tokoh masyarakat dalam Seminar Program Kerja di Kantor Kelurahan Tolo, Kabupaten Jeneponto, Selasa (14/7/2026).


JENEPONTO, Prediksi.co.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin menggelar Seminar Program Kerja di Kantor Kelurahan Tolo, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Selasa (14/7/2026). Seminar tersebut menjadi forum untuk memperkenalkan rencana kegiatan selama masa pengabdian sekaligus menghimpun masukan dari pemerintah dan masyarakat. 

Kegiatan dihadiri Sekretaris Camat, H. J. Nursalim, S.Sos., Lurah Tolo Kamaluddin Arief, S.Sos., Babinsa, Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Tolo, kepala sekolah SD, SMP, dan MTs se-Kelurahan Tolo, kepala lingkungan, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta mahasiswa peserta KKN. 

Dalam sambutannya, Sekretaris Camat H. J. Nursalim mengatakan komunikasi antara mahasiswa dan masyarakat menjadi faktor penting dalam pelaksanaan program KKN. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak akan mendukung keberhasilan program yang telah disusun mahasiswa.

"Komunikasi yang efektif antara mahasiswa KKN dan masyarakat merupakan fondasi utama dalam menyukseskan seluruh program kerja," kata Nursalim. 

Lurah Tolo, Kamaluddin Arief, menyatakan pemerintah kelurahan mendukung pelaksanaan program KKN yang berfokus pada peningkatan budaya literasi. Ia berharap kegiatan yang dijalankan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah. 

Pada kesempatan itu, mahasiswa memaparkan delapan program kerja yang disusun berdasarkan hasil observasi lapangan. Dua di antaranya menjadi program utama, yakni CAKRAWALA, yang berfokus pada revitalisasi Taman Bacaan Masyarakat (TBM), serta LENTERA, yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan bercerita melalui berbagai kegiatan literasi bagi anak-anak. 

Selain dua program utama tersebut, mahasiswa juga memperkenalkan enam program pendukung, meliputi pembelajaran fonik bagi anak, permainan edukatif berbasis literasi, gerakan "Satu Buku, Seribu Cerita", program AKSARA, Petualangan Literasi, hingga kegiatan yang mengintegrasikan membaca, menulis, dan pengembangan kreativitas peserta. 

Selama sesi diskusi, peserta seminar memberikan sejumlah masukan terhadap rencana program yang dipaparkan. Di antaranya adalah usulan revitalisasi Taman Bacaan Masyarakat, pemanfaatan Kantor Kelurahan sebagai ruang kegiatan literasi, perluasan sasaran program ke sekolah-sekolah, hingga pendampingan bagi anak yang mengalami kesulitan membaca maupun anak putus sekolah. Peserta juga menyoroti tantangan menumbuhkan minat baca di tengah meningkatnya penggunaan telepon genggam oleh anak-anak. 

Mahasiswa KKN menyatakan seluruh masukan akan menjadi bahan evaluasi dalam penyempurnaan pelaksanaan program. Seminar berlangsung dengan diskusi yang melibatkan pemerintah, tenaga pendidik, tokoh masyarakat, dan mahasiswa sebagai bagian dari upaya membangun kolaborasi dalam pengembangan literasi di Kelurahan Tolo. (Adl/Le).

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama