Relokasi TPA Bukit Pinang Tak Kunjung Direalisasikan, PC PMII Samarinda Sampaikan Tiga Tuntutan ke DLH Kota Samarinda

UNJUK RASA: PC PMII Samarinda dibdepan kantor DLH Kota Samarinda, sampaikan tiga tuntutan (foto: Istimewa)

Samarinda, Prediksi.co.id- Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bukit Pinang menuai respon, terkait tak kunjungnya terjadi relokasi lokasi ini. 

Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Samarinda, melakukan ujuk rasa pada Kamis (24/8/2023) di depan Kantor DLH Kota Samarinda.

Aksi tersebut guna meminta agar DLH Kota Samarinda mengevaluasi kinerja dan bekerja sesuai peraturan yang berlaku, dengan membawa tiga tuntutan.

Pertama, mendesak Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda untuk melakukan mengevaluasi kinerja dan bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku.

Kedua, mendesak Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda untuk segera menutup TPA Bukit Pinang dan memindahkannya ke TPA Sambutan.

Terkahir, mendesak Kadis Lingkungan Hidup Kota Samarinda agar mundur dari jabatan jika tidak profesional dalam melakukan penanganan sampah di kota Samarinda.

Korlap Aksi PC PMII Samarinda, Taufikuddin menyampaikan ucapan selamat kepada kepala DLH Kota Samarinda, karena menjabat sebagai kepala dinas. Selain itu yakin kepala dinas yang baru, bisa menyelesaikan permasalah sampah di kota Samarinda. 

"Harapan kami dengan Kadis baru DLH Kota Samarinda, bisa menindaklanjuti poin tuntutan nomor dua, agar segera menutup TPA bukit pinang dan segera memproses TPA sambutan " Tegas Fiku.

Catatan selanjutnya adalah, banyaknya mobil pengangkut sampah yang tidak menutup mengunakan jaring penuh sampah dan ada beberapa bocoran di tongkang mobil dan ini mengakibatkan tetesan air sampah di aspal, selain itu tutupan di belakang yang kurang rapat. 

"Kami juga akan terus mengawal tuntas DLH Kota Samarinda, untuk menyelesaikan permasalahan sampah di kota Samarinda" tambahnya.

Di sisi yang lain, Kadis DLH Kota Samarinda Endang menyampaikan bahwa telah melakukan kerjasama lintas OPD terkait pemindahan TPA Bukit Pinang ke TPA Sambutan.

"Kendala selama ini yakni jalan yang saat hujan tidak dapat dilalui, serta penerangan yang masih minim, dan kami juga telah melakukan kerjasama dengan PUPR Kota Samarinda dan PLN untuk segera membantu proses ini", ujarnya.

Ketua PMII Samarinda, Abrori menyampaikan bahwa persoalan pemindahan sampah ini harus jadi konsentrasi penuh Pemkot Samarinda selain penanggulangan banjir.

"Bagaimana target pemerintah kota ingin mendapatkan Adipura sementara dalam proses menjaga lingkungan melalui kebersihan sampah-sampah ini tidak tertanggulangi, ini sungguh anomali yang nyata bagi masyarakat Kota Peradaban", Sambungnya.

PC PMII Samarinda beserta seluruh anggota dan kader terus akan komitmen memperhatikan isu lingkungan dan penataan kota Samarinda. (Di/Le)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama