Kamaruddin Kritisi Kebijakan Pertamina, Soal Ambulan dan Mobil Damkar Ikut Antre dan Scan Barkode




Samarinda, Prediksi.co.id- Kebijakan Pertamina soal pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan menggunakan scan kode untuk pengisian BBM pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk mobil yang juga berlaku untuk kendaraan urgen seperti ambulans, mobil jenazah, truk sampah dan pemadam kebakaran (damkar). Rupanya mengundang suara lantang dari Parlemen Basuki Rahmat --sebutan DPRD Kota Samarinda --.


Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Kamaruddin mengkritisi kebijakan Pertamina itu. Dirinya menyayangkan Mobil-mobil untuk kepentingan sosial masyarakat ini juga diwajibkan mengantre bersama dengan kendaraan pribadi.  “Ini harusnya dievaluasi lagi, kebijakan seperti ini. Mereka harusnya bisa melihat fungsinya, mereka ini kendaraan urgen yang pasti selalu dibutuhkan,” ungkap Kamaruddin, Rabu (8/5/2024).


Dirinya menyadari, kebijakan tersebut bertujuan untuk mengurangi angka pertamini di Kota Samarinda dan mencegah pengetap melakukan pengisian berulang. Namun, dia mengingatkan bahwa pengetap tidak hanya dari pengendara mobil, namun lebih banyak dari pengendara sepeda motor dengan tangki yang sudah dimodifikasi.


“Kalau dari Pertamina mau mengambil kebijakan tersebut sudah bagus. Tapi bagaimana dengan yang naik motor dengan tangki besar, tidak usah dimodifikasi. Yang tangkinya besar juga sudah meresahkan, tapi tidak diberlakukan scan kode,” imbuhnya.


Terkhusus pada pengisian pada kendaraan urgen ini, Kamaruddin meminta putusan itu dikaji. Mengingat akan ada beberapa pihak yang tidak setuju. Dalam implementasinya sendiri, untuk truk sampah, apabila mereka mau mengisi BBM pertalite atau solar, tetapi tetap scan dan ikut antrean yang dipertanyakannya.


“Kalau scan okelah masih bisa kita terima, tapi kalau antrean ini. Masa setiap mau isi bensin harus dicuci dulu, dan itu setiap hari, kalau trus sampah ikut antre, kasihan yang lain, tidak nyaman,” ungkapnya.


Begitu juga mobil pemadam kebakaran yang saat mengantre BBM di SPBU justru mendapat panggilan darurat, tentu mereka tak bisa menjalankan tugasnya, lantaran kendala di bahan bakar. (Wo/Di/Le)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama