Foto: Bupati Kukar Edi Damansyah saat memimpin rapat pematangan pembentukan Koperasi Merah Putih (Ist).
Kutai Kartanegara – Program Koperasi Merah Putih yang sedang digarap Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyimpan potensi ekonomi besar. Berdasarkan perhitungan awal, perputaran dana dari 239 koperasi yang akan terbentuk bisa mencapai Rp700 miliar lebih.
Menurut Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Ekonomi Desa DPMD Kukar, Asmi Riyandi Elvandar, setiap koperasi berpotensi mengelola perputaran dana rata-rata Rp3 miliar. Bahkan, sesuai petunjuk teknis, koperasi bisa mengakses dana pinjaman bergulir hingga Rp5 miliar melalui himpunan bank milik negara (himbara) maupun lembaga keuangan lainnya.
“Koperasi Merah Putih ditargetkan memiliki enam gerai di masing-masing desa dan kelurahan. Namun ini tidak untuk bersaing, justru bersinergi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes),” jelas Asmi.
Ia menambahkan, Bupati Kukar telah meminta seluruh camat menggelar rapat evaluasi untuk memetakan potensi, peran, dan pembagian wilayah usaha antara koperasi dan BUMDes. Tujuannya agar kedua lembaga ekonomi ini saling mendukung, bukan saling merugikan.
“Harapannya, Koperasi Merah Putih bisa menjadi pilar ekonomi baru bagi masyarakat desa. Dengan pengelolaan profesional, koperasi ini bisa menghindari citra buruk masa lalu dan benar-benar memberi manfaat,” pungkasnya.(Adv/Di/Le).
Posting Komentar