Tenggarong – Di balik kesigapan Damkar Kutai Kartanegara (Kukar) merespons laporan masyarakat, tersimpan kebutuhan mendesak untuk memperkuat armada penyelamatan.
Seiring meningkatnya kasus non-kebakaran, mulai dari evakuasi hewan, penanganan pohon tumbang, hingga menolong kendaraan terperosok, Disdamkarmatan Kukar kini mendorong pengadaan alat berat penunjang.
“Kami butuh Heavy Duty Truck lengkap dengan alat darat, air, dan udara, termasuk crane berkapasitas 4–6 ton. Itu penting untuk mengangkat kendaraan yang terjebak, sementara saat ini kami belum memilikinya,” ungkap Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani.
Permintaan itu bukan tanpa alasan. Hingga pertengahan 2025, Damkar Kukar sudah menangani 900 laporan non-kebakaran. Banyak di antaranya bersifat teknis berat yang membutuhkan peralatan lebih canggih.
Tanpa dukungan peralatan memadai, evakuasi sering kali hanya mengandalkan tenaga manusia, yang tentu berisiko tinggi.
Fida menilai, penguatan armada penyelamatan akan mempercepat respon dan mengurangi potensi korban. “Kalau bisa dicegah sebelum ada korban, itu jauh lebih baik,” tegasnya.
Selain pengadaan kendaraan rescue, Damkar Kukar juga mengusulkan pembangunan pos pemadam baru di Kecamatan Kota Bangun Darat dan Muara Wis. Kehadiran pos tambahan diharapkan memperpendek waktu tempuh menuju lokasi darurat, terutama di wilayah terpencil.
Tidak hanya soal peralatan, Damkar Kukar juga fokus membina personel internal. Pembinaan diarahkan untuk menggali bakat serta meningkatkan keterampilan teknis, baik penyelamatan maupun pemadaman. Sistem shift dan on-call personel diterapkan agar kapan pun ada laporan, tim selalu siap turun ke lapangan.
“Kami ingin Damkar Matan menjadi simbol nyata negara hadir bagi masyarakat. Bukan hanya memadamkan api, tapi juga menjadi penolong dalam situasi darurat apa pun,” pungkasnya. (Adv/Di/Le)
Posting Komentar