Teks foto : Anggota DPRD Kaltim, Makmur HAPK (istimewa).
SAMARINDA - Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Makmur HAPK, menegaskan bahwa persoalan utama layanan kesehatan di Kabupaten Berau bukan hanya soal infrastruktur, tetapi kesiapan sumber daya manusia (SDM), khususnya tenaga medis. Sorotan ini disampaikan menyusul ancaman penurunan status RSUD dr Abdul Rivai menjadi tipe D.
Menurut Makmur, persoalan penurunan tipe rumah sakit seharusnya bisa diantisipasi lebih awal jika pemerintah daerah lebih fokus pada penguatan kualitas layanan dan pemerataan tenaga medis. Ia menilai lemahnya evaluasi rutin dan koordinasi antarlembaga menjadi penyebab situasi semakin rumit.
“Kalau evaluasi dilakukan secara berkala, penurunan tipe ini mestinya bisa dicegah. Akar persoalannya ada pada kurangnya tenaga medis dan lemahnya manajemen layanan. Itu yang harus dibenahi,” tegasnya, Senin (18/8/2025).
Mantan Bupati Berau dua periode itu menyoroti kebijakan pembangunan rumah sakit baru di Kecamatan Tanjung Redeb yang lokasinya tidak jauh dari RSUD dr Abdul Rivai. Menurutnya, rencana tersebut justru bisa memperburuk persoalan jika ketersediaan tenaga medis tidak ditingkatkan.
“Kalau rumah sakit yang ada sekarang saja kekurangan dokter, bagaimana kita akan membagi tenaga medis untuk dua rumah sakit di wilayah yang sama?” ujarnya.
Makmur juga mengingatkan bahwa rumah sakit baru yang direncanakan bertipe B harus memiliki kapasitas 200-300 tempat tidur dan berada di bawah kewenangan provinsi. Tanpa perencanaan matang dan konsolidasi antarpihak, kebijakan ini bisa menimbulkan beban baru bagi tenaga kesehatan dan pelayanan masyarakat.
“Pembangunan rumah sakit jangan hanya fokus pada gedung. SDM, peralatan, dan manajemen layanan harus disiapkan. Kalau tidak, masyarakat tetap akan kesulitan mendapatkan pelayanan maksimal,” jelasnya.
Makmur mendorong pemerintah daerah untuk menyusun kebijakan berkelanjutan dalam pengelolaan fasilitas kesehatan. Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus diiringi peningkatan kualitas tenaga medis, distribusi dokter yang merata, dan sistem manajemen yang transparan agar pelayanan kesehatan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Prioritas kita bukan hanya menambah gedung, tapi memastikan pelayanan di setiap rumah sakit berjalan optimal. Kalau SDM kuat, pelayanan baik, dan manajemen rapi, masyarakat pasti akan merasakan hasilnya,” pungkasnya. (Adv/Fq/Le).
Posting Komentar