Bupati Kutim Tegaskan Wajib Belajar 13 Tahun, PAUD Jadi Gerbang Utama

 



 

SANGATTA, Prediksi.co.id – Di tengah lautan ribuan anak berseragam putih-hijau yang memadati halaman Masjid Agung Al-Faruq Sangatta, Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman kembali menegaskan komitmen daerah terhadap dunia pendidikan. Ia secara terbuka mencanangkan kembali program Wajib Belajar 13 Tahun yang menjamin pendidikan gratis mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.


Kebijakan tersebut disampaikannya saat membuka Manasik Haji Akbar bagi anak usia dini se-Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Kegiatan bertema “Dengan Manasik Haji Kita Tanam Karakter dan Nilai-nilai Islami Sejak Dini” itu diikuti peserta dari berbagai Taman Kanak-kanak (TK), Raudatul Athfal (RA), dan Satuan PAUD Sejenis (SPS). Hadir mendampingi Bupati, Bunda PAUD Kutim Siti Robiah Ardiansyah, Kepala Disdikbud Kutim Mulyono, serta unsur Forkopimda.


Ardiansyah menegaskan, Pemkab Kutim sudah menanggung kebutuhan dasar pendidikan, mulai biaya sekolah, seragam, buku hingga sepatu. “Ini sekolah gratis. Seragam dikasih, buku juga ada. Tahun ini  sepatu pun dibagikan. Apanya lagi yang kurang?” ujarnya.


Ia menambahkan, saat ini pendidikan di Kutim didorong untuk tidak lagi dimulai dari SD, namun dari tingkat PAUD. Orang tua yang tidak mengirimkan anak usia PAUD ke lembaga pendidikan akan didata dan diverifikasi. “Orang tualah yang sekarang harus berpikir, bagaimana supaya betul-betul komitmen menyekolahkan anaknya,” tegasnya.


Selain menyoroti kebijakan pendidikan, Bupati juga menilai manasik haji sebagai sarana efektif menanamkan pemahaman rukun Islam kelima. Menurutnya, pengenalan ibadah haji sejak dini bukan hanya bermanfaat bagi anak-anak, tetapi juga menjadi pengingat bagi orang tua dan guru akan pentingnya pembinaan spiritual yang berkesinambungan. (Adv Prokompin Kutim/Sol/Le).

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama