KALIORANG, Prediksi.co.id – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali menorehkan langkah penting dalam pemerataan pembangunan desa. Penjabat (Pj) Kepala Desa Persiapan Sembulo Mandiri, Hendra Ciptadi, resmi dikukuhkan oleh Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, di Lapangan Desa Bukit Makmur, Kecamatan Kaliorang.
Acara ini juga dirangkai dengan pengambilan sumpah/janji anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pergantian Antar Waktu (PAW) dari dua desa, yakni Bukit Harapan dan Bangun Jaya.
Suasana upacara berlangsung khidmat. Tarian penyambutan khas Kutim dan pengalungan kain tenun tradisional menandai penyambutan Bupati Ardiansyah dan Ketua TP PKK Kutim, Siti Robiah.
Camat Kaliorang, Rusnomo, menyebut pengukuhan ini menjadi tonggak penting karena Desa Sembulo Mandiri akhirnya resmi mendapatkan Surat Keputusan (SK) dari pemerintah daerah.
“Desa ini lahir dari kerja keras bersama antara Tapem, DPMDes, dan dukungan Bupati Kutim. Sekarang Kaliorang sudah memiliki delapan desa,” ujarnya.
Menurutnya, posisi Sembulo Mandiri yang berada di jalur poros Sangkulirang–Sangatta menjadikannya strategis untuk pengembangan ekonomi dan layanan publik. “Tantangan terbesar ada pada pembangunan infrastruktur. Saat ini sudah ada kantor desa sementara dan satu sekolah dasar, bahkan direncanakan berdirinya SMP Negeri 5 Kaliorang,” tambahnya.
Bupati Ardiansyah menegaskan, sejak 2017 sudah ada 11 desa persiapan di Kutim yang menunggu status definitif dari Kementerian Dalam Negeri. Ia berharap Sembulo Mandiri segera menyusul setelah memenuhi seluruh persyaratan administratif.
“Tahun lalu tim dari Kemendagri sudah turun. Semoga setelah pengukuhan ini, desa ini segera mendapatkan kode desa,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara kepala desa dan BPD. “BPD adalah representasi masyarakat, sama seperti DPRD tapi tanpa partai politik. Semua aspirasi warga harus ditampung dan dituangkan dalam musyawarah desa,” kata Ardiansyah.
Sebagai bentuk kepedulian lingkungan, acara diakhiri dengan penyerahan bibit pohon ulin untuk ditanam di Bukit Makmur. Momen tersebut menjadi simbol pelestarian alam sekaligus semangat baru bagi desa baru ini.
Suasana makin meriah dengan tarian Dayak dari warga Desa Bumi Makmur, menegaskan kentalnya nilai-nilai kearifan lokal dalam setiap langkah pembangunan Kaliorang. (Adv Prokompin Kutim/Sol/Le).

Posting Komentar