SANGATTA, Prediksi.co.id — Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) meningkatkan pengawasan keamanan pangan, khususnya terhadap jajanan anak sekolah dan makanan olahan yang dijual di warung. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh pangan yang beredar aman dan bebas dari bahan berbahaya seperti boraks, formalin, serta pewarna tekstil.
Kepala Dinas
Kesehatan Kutim, Sumarno, mengatakan bahwa pengawasan rutin dilakukan
melalui tim kesehatan lingkungan di setiap puskesmas. Mereka secara aktif
melakukan inspeksi lapangan, mengambil sampel makanan, hingga melakukan uji
cepat laboratorium di kantin sekolah dan pasar tradisional. “Kami ingin
memastikan makanan yang dikonsumsi anak-anak benar-benar aman. Tidak boleh ada
lagi jajanan yang mengandung bahan berbahaya,” tegasnya.
Selain
pengawasan langsung, Dinas Kesehatan juga memperkuat edukasi bagi para pedagang
dan pengelola kantin sekolah. Mereka diberikan pemahaman mengenai bahaya
penggunaan bahan tambahan yang tidak sesuai standar serta pentingnya memilih
bahan baku dari sumber yang terpercaya. “Kami bukan hanya menindak, tetapi juga
membina. Jika pedagang memahami risikonya, mereka akan ikut menjaga keamanan
pangan,” ujar Sumarno.
Untuk
meningkatkan efektivitas pengawasan, Dinkes Kutim menjalin kerja sama dengan Dinas
Perdagangan dan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda.
Melalui sinergi ini, proses penindakan terhadap dugaan pelanggaran dapat
dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Sumarno
menegaskan bahwa upaya ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang
pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat, khususnya anak-anak, dari
paparan bahan berbahaya yang dapat memicu penyakit. “Kesehatan anak adalah
investasi masa depan. Tugas kami memastikan mereka tumbuh sehat, dimulai dari
makanan yang mereka konsumsi setiap hari,” tandasnya.
Langkah ini memperkuat komitmen Kutai Timur dalam membangun budaya konsumsi pangan yang aman, sehat, dan bertanggung jawab di seluruh lapisan masyarakat. (Adv/Za/Le).
Posting Komentar