Ekspor Tetap Prioritas, Namun Kutim Tunda Partisipasi Ekspo Turki Terkait Penyesuaian Anggaran

 



SANGATTA, Prediksi.co.id– Rencana Dinas Koperasi Kabupaten Kutai Timur (Kutim) untuk berpartisipasi dalam ajang ekspo internasional di Turki pada penghujung 2025 akhirnya harus ditunda. Pemerintah daerah tengah melakukan penyesuaian anggaran, sehingga sejumlah program yang memerlukan pembiayaan besar harus dijadwalkan ulang.


Kepala Dinas Koperasi Kutim, Teguh Budi Santoso, menegaskan bahwa penundaan tersebut tidak mengurangi komitmen pemerintah untuk mendorong produk lokal menembus pasar global. Ia menekankan bahwa pengembangan ekspor tetap menjadi bagian penting dari strategi pemberdayaan ekonomi daerah, namun eksekusinya harus diselaraskan dengan kondisi fiskal yang tersedia.


“Kami tetap mendukung penguatan ekspor, hanya saja waktunya harus disesuaikan dengan situasi anggaran,” ungkapnya saat ditemui di sela perayaan HUT Kutim.


Teguh juga menyampaikan bahwa peluang kerja sama internasional masih sangat terbuka. Sejumlah mitra dari luar negeri telah menyatakan minat terhadap komoditas unggulan Kutim, terutama kakao dan nanas. Permintaan ini menjadi sinyal positif bagi pelaku usaha lokal untuk mempersiapkan kualitas dan kapasitas produksi.


“Ada pihak yang berniat menarik produk kakao dan nanas Kutai Timur untuk dipasarkan di Eropa. Ini peluang yang tentu kami sambut baik,” jelasnya.


Penyesuaian jadwal ekspo tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi pemerintah untuk menyusun strategi yang lebih matang, sehingga ketika kesempatan berikutnya datang, Kutim dapat tampil lebih siap dan kompetitif di pasar internasional.


Menurut Teguh, undangan mengikuti ekspo di Turki seharusnya menjadi kesempatan memperluas jaringan promosi bagi produk lokal Kutai Timur. Namun, dengan adanya kebijakan efisiensi, kegiatan tersebut akan dijadwalkan ulang. “Kami akan mencari waktu dan kesempatan lain untuk mempromosikan produk-produk daerah ke luar negeri,” tambahnya.


Meski ditunda, Dinas Koperasi memastikan bahwa program pengembangan ekspor tetap berjalan melalui jalur lain, seperti peningkatan kualitas produk dan pembinaan pelaku usaha. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat daya saing produk Kutai Timur di pasar internasional. (Adv/Za/Le).



 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama