SANGATTA, Prediksi.co.id– Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Timur menekankan pentingnya pemilihan bahan baku yang menyesuaikan dengan karakteristik iklim tropis. Meski sektor industri bersifat business to business (B2B), Disperindag tetap aktif memberikan masukan kepada para pelaku usaha, khususnya di bidang kerajinan seperti batik dan produk tekstil lokal.
Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadani, S.H.,
M.H., menjelaskan bahwa pengadaan bahan baku umumnya dilakukan secara
mandiri oleh pelaku usaha. “Kalau bahan baku biasanya karena mereka sifatnya
B2B ya, bisnis to bisnis. Mereka kalau untuk bahan baku misalkan pembatik,
bahan bakunya lebih kepada mereka,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya,
Kamis (9/10).
Meski demikian, pihaknya tetap memberikan arahan
agar bahan yang digunakan sesuai dengan kondisi geografis dan kenyamanan
pengguna. “Tapi kita selalu camkan bahan baku misalkan yang nyaman dipakai.
Karena misalkan Kutai Timur beriklim tropis, jangan yang bahannya panas,”
jelasnya.
Namun, ia menegaskan bahwa Disperindag hanya
berperan sebagai pemberi pertimbangan. Keputusan akhir tetap berada di tangan
pelaku industri. “Tapi lebih kepada hanya saran saja, pemilihan itu tetap dari
mereka,” tutur Nora.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa prinsip kemandirian
usaha tetap menjadi pegangan utama pemerintah daerah dalam membina sektor
industri. “Karena sistemnya mereka kan swasta murni,” pungkasnya.
Melalui pendekatan ini, Disperindag Kutim berupaya menjaga keseimbangan antara peran pemerintah sebagai fasilitator dengan kebebasan pelaku usaha untuk berinovasi. Arahan tentang pemilihan bahan baku berbasis iklim diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk lokal agar lebih nyaman, fungsional, dan kompetitif di pasar nasional maupun global. (Adv/Za/Le).
Posting Komentar