RIP KEHATI 2024-2029 Diluncurkan, Kutim Mantapkan Pembangunan Berwawasan Lingkungan

 



SANGATTA, Prediksi.co.id – Upaya menjaga kekayaan hayati di Kutai Timur (Kutim) memasuki babak baru. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim resmi meluncurkan Rencana Induk Pengelolaan Keanekaragaman Hayati (RIP KEHATI) 2024-2029 dalam sebuah pertemuan di Hotel Royal Victoria Sangatta, yang dihadiri perangkat daerah, akademisi, hingga pegiat lingkungan. Dokumen strategis ini diharapkan menjadi kompas pembangunan daerah yang tetap berpihak pada kelestarian alam.


RIP KEHATI disusun melalui kerja sama DLH Kutim dengan Pusat Studi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Universitas Mulawarman Samarinda. Dokumen ini tidak dimaknai sekadar laporan administratif, melainkan peta jalan pengelolaan keanekaragaman hayati yang terarah, terukur, dan berkelanjutan.


Kepala DLH Kutim Aji Wijaya Efendi dalam sambutannya, saat mewakili Bupati Kutim, menegaskan bahwa keberadaan RIP KEHATI menjadi tonggak penting dalam sejarah pembangunan Kutim. “Kita tidak hanya bicara tentang flora dan fauna, tetapi tentang masa depan masyarakat Kutim secara keseluruhan. RIP KEHATI ini adalah investasi kita untuk generasi yang akan datang,” demikian pesan Bupati yang dibacakannya.


Penegasan itu sejalan dengan paradigma baru pembangunan daerah, bahwa pelestarian alam bukan beban, melainkan basis keberlanjutan ekonomi dan sosial.


Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kutim, Adrian Wahyudi, menjelaskan bahwa RIP KEHATI juga mengatur pengelolaan empat Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) yang ditetapkan melalui SK Gubernur Kaltim Nomor 522 Tahun 2020. Kawasan tersebut yakni KEE Lahan Basah Suwi Long Mesangat sebagai habitat Buaya Badas Hitam (Crocodylus siamensis), KEE Karst Sangkulirang-Mangkalihat yang menyimpan jejak prasejarah, KEE Teluk Sangkulirang sebagai penyangga ekosistem pesisir dan nelayan, serta KEE Wehea-Kelay yang menjadi rumah orangutan Kalimantan.


RIP KEHATI 2024-2029 dirancang terintegrasi ke Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), sehingga misi pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan benar-benar tercermin dalam kebijakan lintas sektor.


Peluncuran dokumen ini juga diisi dialog interaktif dengan pelajar dan komunitas lingkungan. Keterlibatan generasi muda dipandang penting untuk menanamkan kesadaran ekologis sejak dini, sehingga masa depan Kutim yang hijau tidak hanya tertulis di atas kertas, tetapi hidup dalam tindakan warganya. (Adv Prokopim Kutim/Sol/Le). 

Post a Comment

أحدث أقدم