Sekolah Filial Jadi Solusi Pendidikan Pedalaman, Disdik Kutim Pertegas Komitmen Pemerataan

 



Sangatta, Prediksi.co.id- Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) semakin mempertegas komitmennya dalam memperluas pemerataan akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pedalaman. Salah satu langkah strategis yang terus didorong adalah pembentukan sekolah filial, sebuah model pendidikan yang dinilai efektif menjawab tantangan jarak, sulitnya akses transportasi, serta minimnya fasilitas pendidikan di daerah terpencil.


Selama ini, banyak anak di desa-desa jauh harus menempuh perjalanan panjang dengan kondisi medan yang tidak mudah hanya untuk mencapai sekolah terdekat. Situasi tersebut kerap menjadi penyebab tingginya angka ketidakhadiran hingga putus sekolah. Dengan kehadiran sekolah filial, hambatan dasar tersebut dapat ditekan secara signifikan.


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim, Mulyono, menjelaskan bahwa sekolah filial berfungsi sebagai satuan pendidikan yang berada di bawah pengelolaan langsung sekolah induk. Artinya, kurikulum, standar pembelajaran, dan kualitas pengajaran tetap mengikuti ketentuan resmi, namun lokasi sekolah ditempatkan lebih dekat dengan permukiman warga.


“Dengan adanya sekolah filial, anak-anak di perkampungan jauh bisa belajar tanpa harus menempuh perjalanan panjang setiap hari,” ujarnya.


Lebih jauh, Mulyono menegaskan bahwa pembentukan sekolah filial tidak dilakukan sembarangan. Terdapat tiga syarat utama yang harus dipenuhi sebelum sebuah wilayah bisa mendapatkan fasilitas pendidikan ini. Pertama, harus tersedia lahan yang memadai dan layak untuk pembangunan ruang belajar. 

Kedua, jumlah calon siswa minimal 60 orang, guna memastikan keberlangsungan proses pendidikan. Ketiga, permintaan atau kebutuhan nyata dari masyarakat setempat, sehingga keberadaan sekolah benar-benar menjawab persoalan yang ada.

Apabila ketiga kriteria tersebut terpenuhi dan sekolah filial berjalan dengan baik, maka statusnya dapat ditingkatkan menjadi sekolah negeri penuh. Hal ini bukan sekadar rencana, sebab sejumlah sekolah filial di Kutim telah mencapai tahap tersebut karena berkembang pesat. Bahkan, beberapa di antaranya kini memiliki fasilitas yang lebih lengkap dibandingkan sekolah induknya.


“Bahkan, ada beberapa sekolah filial di Kutim yang fasilitasnya sudah lebih baik dari sekolah induknya,” imbuh Mulyono.


Program ini meliputi jenjang PAUD, SD, hingga SMP, sementara SMA menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Melalui sekolah filial, Pemkab Kutim juga berupaya meratakan distribusi tenaga pendidik. “Kami ingin memastikan tidak ada anak di Kutim yang tertinggal dari hak dasarnya untuk memperoleh pendidikan,” tegas Mulyono. (Adv/Za/Le).

 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama