SANGATTA, Prediksi.co.id — Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berhasil menuntaskan target peningkatan mutu layanan publik dengan memastikan seluruh fasilitas kesehatan, baik puskesmas maupun klinik pratama, telah meraih akreditasi minimal tingkat madya. Dari 22 puskesmas yang beroperasi di Kutim, sebanyak 16 unit telah mengantongi akreditasi paripurna, sementara sisanya berstatus madya dan utama.
Kepala Dinas
Kesehatan Kutim, Sumarno, menjelaskan bahwa akreditasi merupakan
instrumen penting untuk menjamin mutu pelayanan kesehatan pada seluruh lapisan
masyarakat. Menurutnya, akreditasi bukan sekadar penilaian administratif,
melainkan pengakuan atas kesesuaian layanan puskesmas dengan standar nasional
yang telah ditetapkan. “Akreditasi bukan sekadar label, tetapi bukti bahwa
layanan di puskesmas telah memenuhi standar nasional,” katanya.
Proses
akreditasi dilakukan oleh lembaga independen yang ditunjuk Kementerian
Kesehatan, meliputi penilaian terhadap aspek administrasi, mutu pelayanan,
keselamatan pasien, hingga tata kelola sarana dan prasarana. Sumarno menegaskan
bahwa seluruh puskesmas di Kutim telah melalui tahapan tersebut dan dinyatakan
lulus.
Ia
menambahkan bahwa capaian ini menjadi landasan bagi Dinas Kesehatan untuk terus
meningkatkan kualitas layanan primer. Menurutnya, puskesmas merupakan garda
terdepan sistem kesehatan daerah, sehingga peningkatan standar mutu akan
berdampak langsung pada kepercayaan masyarakat. “Jika layanan puskesmas baik,
otomatis tingkat kepercayaan masyarakat meningkat,” ujarnya.
Selain
fasilitas milik pemerintah, sejumlah klinik swasta di Kutim juga mulai
mengikuti proses akreditasi. Pemkab Kutim mendorong keterlibatan sektor swasta
agar pemerataan kualitas layanan dapat terwujud di seluruh wilayah, termasuk
daerah pedalaman. “Tujuan akhirnya adalah pemerataan kualitas. Tidak boleh ada
perbedaan antara layanan di kota dan pedalaman,” tegas Sumarno.
Keberhasilan ini menunjukkan komitmen Kutai Timur dalam membangun sistem kesehatan yang kredibel, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien. (Adv/Za/Le).
Posting Komentar