GOWA, Prediksi.co.id– Tim LONTARA PPK ORMAWA SPACE Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (FT-UH) menggelar pelatihan penanganan awal kegawatdaruratan dan penggunaan alat keselamatan pertolongan pertama bagi masyarakat di Dusun Galesong, Desa Lonjoboko, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Kamis (16/7/2026).
Pelatihan yang merupakan bagian dari program kerja “Pakkatuju Saat Bencana” ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Puskesmas Parangloe. Kegiatan tersebut diikuti masyarakat dengan antusias, termasuk anak-anak, pemuda desa, dan keluarga setempat.
Turut hadir dalam kegiatan ini Penanggung Jawab UGD Puskesmas Parangloe, Kepala Desa Lonjoboko, Kepala Dusun Galesong, Ketua Karang Taruna, organisasi Palang Merah Remaja (PMR), serta tokoh masyarakat.
Pelatihan dipandu langsung oleh Penanggung Jawab UGD Puskesmas Parangloe bersama sejumlah perawat berpengalaman dalam penanganan kegawatdaruratan di lapangan. Peserta mendapatkan materi sekaligus praktik penanganan korban bencana longsor, mulai dari pertolongan pertama, penanganan patah tulang, penanganan korban tidak sadarkan diri, hingga menghentikan perdarahan menggunakan peralatan sederhana yang tersedia di lokasi kejadian.
Penanggung Jawab UGD Puskesmas Parangloe, Jumiati S.Kep., Ners., menekankan pentingnya memperhatikan prinsip 3A sebelum memberikan pertolongan kepada korban bencana.
"Saat terjadi bencana, sangat penting untuk kita tetap memperhatikan yang namanya 3A, yaitu Aman diri, Aman korban, dan Aman lingkungan. Jangan sampai kita bermaksud menolong korban tetapi justru mengabaikan keselamatan diri, membahayakan korban, atau berada di lingkungan yang masih berisiko. Pastikan ketiga hal tersebut sebelum bertindak," ujarnya.
Salah seorang instruktur dari Puskesmas Parangloe mengapresiasi inisiatif Tim LONTARA PPK ORMAWA SPACE FT-UH dalam menyelenggarakan pelatihan tersebut. Menurutnya, edukasi semacam ini sangat relevan bagi masyarakat Desa Lonjoboko yang berada di kawasan rawan longsor.
Ia menjelaskan, dalam kondisi bencana tim medis membutuhkan waktu sekitar 25 hingga 30 menit untuk mencapai lokasi, sehingga kemampuan masyarakat memberikan pertolongan pertama menjadi faktor penting untuk meningkatkan peluang keselamatan korban.
Selain pelatihan praktik, peserta juga diperkenalkan dengan isi dan fungsi kotak pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat akibat bencana. (Adl/Le).
Posting Komentar