PMT untuk Cegah Stunting, Ketua DPRD Kota Samarinda Apresiasi Program Tersebut

Samarinda, Prediksi.co.id- Pemerintah meluncurkan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program ini bertujuan untuk memberikan dukungan gizi kepada keluarga yang membutuhkan, terutama anak-anak dan ibu hamil atau menyusui yang rentan terhadap kekurangan gizi.


DPRD Kota Samarinda, H. Sugiyono, mengharapkan program yang diadakan oleh Dinas Kesehatan Kota Samarinda dapat berdampak positif dan menurunkan angka stunting atau anak kekurangan asupan nutrisi di Samarinda.


“Kita perlu apresiasi program PMT dalam memerangi stunting di Samarinda,” kata Sugiyono. PMT, kata dia lagi, ini akan bedampak signifikan bila kolaborasi antar instansi terkait benar-benar solid.


Hal ini merupakan sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program ini bertujuan untuk memberikan dukungan gizi kepada keluarga yang membutuhkan, terutama anak-anak dan ibu hamil atau menyusui yang rentan terhadap kekurangan gizi.


“Saya berharap program ini dapat terus berjalan dengan baik,” katanya.


Stunting adalah kondisi yang ditandai dengan kurangnya tinggi badan anak apabila dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Sederhananya, stunting merupakan sebutan bagi gangguan pertumbuhan pada anak. Penyebab utama dari stunting adalah kurangnya asupan nutrisi selama masa pertumbuhan anak.


“Mudah-mudahan dengan adanya program PMT, angka prevalensi stunting di Samarinda terus turun mendekati angka yang ditargetkan pemerintah yakni 14% pada akhir tahun 2024 ,” ucap Sugiyono.


Dinas Kesehatan Kota Samarinda pada 07 Mei memulai pelaksanaan program pemberian makanan tambahan (PMT) bagi 2.800 balita dan 900 ibu hamil selama 90 hari ke depan.


Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, dr. Ismid Kukasih, mengatakan, program PMT merupakan kerja sama antara  26 puskesmas, 59 pemerintah kelurahan, dan TP PKK Samarinda.


Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda, I Gusti Ayu Sulistiani, dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPRD Samarinda, Senin (13/5/2024) menyebutkan, pravalensi stunting di Samarinda pada tahun 2022 sebesar 25,3% dan akhir tahun 2023 sebesar 24,4% atau turun 0,9%. Sedangkan pemerintah menargetkan secara nasional akhir tahun 2024 jadi 14%. (Adv/Di/Le)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama