Kukar Miliki 11 SKB, Terbanyak di Indonesia, Bukti Keseriusan Tekan Angka Putus Sekolah



TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menunjukkan komitmen kuat dalam mengatasi masalah putus sekolah. Hingga kini, Kukar telah memiliki 11 Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), jumlah terbanyak di Indonesia.


Kabid PAUD dan Pendidikan Non Formal Informal (PNFI) Disdikbud Kukar, Pujianto, menjelaskan keberadaan SKB menjadi strategi pemerintah dalam memutus mata rantai kemiskinan.

“Selama warga kita tidak lulus di satu jenjang pendidikan, itu menjadi indikator kemiskinan. Maka salah satu cara mengatasinya adalah dengan menghadirkan SKB. Di Kukar, jumlahnya sudah 11, dan ini terbanyak se-Indonesia,” tegasnya.


SKB tidak hanya berfungsi sebagai pengganti pendidikan formal melalui program Paket A, B, dan C, tetapi juga dilengkapi dengan pelatihan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan kerja. Warga belajar bisa mendapatkan kursus menjahit, tata boga, cukur rambut, hingga sertifikasi kerja.

“Targetnya ada dua: pertama, menekan angka putus sekolah; kedua, memberi kemandirian ekonomi melalui life skill agar warga bisa bekerja atau membuka usaha,” jelas Pujianto.


Salah satu SKB yang aktif berjalan adalah SKB Tenggarong Seberang. Lembaga ini kini memiliki 308 warga belajar, mulai dari jenjang setara SD hingga SMA. Bahkan, mereka juga memberi perhatian khusus pada penyandang disabilitas dengan membuka kelas inklusi.


Kepala SKB Tenggarong Seberang, Mardi Santoso, menambahkan bahwa dukungan pemerintah daerah sangat penting untuk kelangsungan program ini. “Kami masih kekurangan tenaga pamong belajar. Harapannya ke depan bisa ada tambahan, sehingga layanan pendidikan bagi masyarakat lebih maksimal,” ungkapnya.


Dengan adanya 11 SKB yang tersebar di berbagai kecamatan, Pemkab Kukar optimistis dapat menekan angka putus sekolah sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. “Ujungnya adalah pengentasan kemiskinan di Kukar,” tutup Pujianto. (Adv/Di/Le).

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama