SAMARINDA, Prediksi.co.id — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus mendorong transformasi digital di sektor tata kelola wilayah. Melalui Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Sekretariat Daerah (Setkab) Kutim, ratusan aparatur desa, kelurahan, dan kecamatan dibekali ilmu pemetaan serta pengolahan data geospasial untuk memperkuat basis data pembangunan desa.
Sebanyak 364 peserta dari berbagai perangkat daerah mengikuti bimbingan teknis (bimtek) tersebut di Ballroom Hotel Aston Samarinda. Kegiatan ini menjadi langkah konkret Pemkab Kutim dalam mendukung visi pemerintahan berbasis data yang presisi dan akuntabel.
Plt Asisten Pemerintahan Umum dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Kutim, Trisno, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi pelaksanaan 50 program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Kutim, terutama tiga program strategis: Satu Kartu Keluarga Satu Sertifikat (PTSL), Pelepasan Kawasan Hutan, dan Desa Presisi.
“Kalau datanya lengkap, maka pengambilan keputusan akan lebih cepat dan tepat sasaran. Ini menjadi pondasi penting dalam perencanaan pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat,” terang Trisno.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kutim, Rizali Hadi, menegaskan pentingnya peran data geospasial sebagai alat ukur kemajuan daerah. Menurutnya, data spasial bukan sekadar peta wilayah, tetapi instrumen untuk memahami potensi sumber daya desa, baik dari aspek ekonomi, lingkungan, maupun sosial.
“Dengan data geospasial yang akurat, kita bisa mengetahui kondisi riil lapangan. Itu akan menjadi dasar dalam menentukan arah pembangunan,” ujarnya.
Bimtek ini turut menghadirkan Prof. Sofian Sjaf, Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB sekaligus penggagas Data Desa Presisi. Ia menilai, desa presisi adalah konsep pembangunan berbasis data lapangan, bukan data turun dari pusat.
“Selama ini data sering bersifat top-down. Padahal, data yang berasal dari desa akan jauh lebih valid untuk perencanaan pembangunan,” tutur Sofian.
Melalui pelatihan ini, Pemkab Kutim berharap seluruh aparatur mampu mengelola dan memanfaatkan teknologi geospasial untuk membangun desa yang lebih mandiri, transparan, dan berkelanjutan. (Adv Prokompin Kutim/Sol/Le).

Posting Komentar