BNNP Kaltim Sikat Peredaran Narkoba di Lambung Mangkurat


Samarinda, Prediksi.co.id — Suasana pagi di kawasan Jalan Lambung Mangkurat, Kelurahan Pelita, Samarinda, tampak lebih ramai dari biasanya, Jumat (7/11/2025). Puluhan petugas berseragam tampak menyisir gang-gang kecil. Mereka bukan sedang berpatroli rutin, melainkan menjalankan operasi gabungan pemulihan kampung rawan narkoba yang digelar oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Timur (BNNP Kaltim).


Operasi ini melibatkan banyak pihak. Tak hanya BNNP Kaltim, tapi juga BNN Kota Samarinda, Satuan Narkoba Polresta Samarinda, Kodim 0901 Samarinda, Denpom VI Samarinda, Bea Cukai, hingga Satpol PP dan Linmas. Semua bergerak bersama untuk satu tujuan: membersihkan kawasan yang disebut-sebut sebagai salah satu titik rawan peredaran narkotika di Samarinda.


Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelejen BNNP Kaltim, Kombes Pol Tejo Yuanarto, menyebut kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional pemulihan kampung rawan narkoba.
“Kami melakukan pendekatan secara humanis. Tidak ada tekanan, tapi mengedepankan kesadaran dan kerja sama masyarakat,” jelas Tejo.


Pendekatan itu penting, sebab menurutnya pemberantasan narkoba tak cukup dengan razia dan penangkapan. Masyarakat perlu merasa aman, dilibatkan, dan diberdayakan agar wilayahnya benar-benar bersih dari peredaran gelap barang haram itu.


Operasi gabungan kali ini bukan sekadar patroli simbolik. Petugas benar-benar menyisir setiap sudut wilayah, bahkan melakukan tes urine kepada puluhan warga. Dari hasil kegiatan itu, 42 orang sempat diamankan untuk diperiksa lebih lanjut — dan 12 di antaranya dinyatakan positif menggunakan narkoba.


“Operasi ini tindak lanjut dari beberapa pengungkapan sebelumnya di sekitar Jalan Lambung Mangkurat. Sebelumnya, kami berhasil mengamankan sekitar tiga kilogram sabu,” ungkap Tejo.


Tak hanya BNN, pihak Polresta Samarinda juga melaporkan pengungkapan besar dengan barang bukti sekitar tujuh kilogram sabu. Kedua lembaga ini kemudian memutuskan untuk turun bersama, agar upaya pembersihan wilayah bisa berjalan lebih efektif.


Selain pemeriksaan dan penangkapan, petugas juga menelusuri beberapa titik yang dicurigai sebagai lokasi transaksi. Mereka mengamati kelompok warga yang kerap berkumpul dan menunjukkan aktivitas mencurigakan.


“Biasanya mereka ini mengantar atau mengambil pesanan. Tapi kami tak langsung menangkap, melainkan melakukan pendekatan agar mereka mau terbuka,” ujar Tejo.


Pendekatan humanis seperti ini dinilai penting untuk menciptakan rasa aman di masyarakat. Operasi gabungan ini juga menjadi momentum bagi warga untuk ikut menjaga lingkungannya agar tidak kembali terjerumus dalam lingkaran hitam narkotika.


BNNP Kaltim menegaskan bahwa operasi di Lambung Mangkurat hanyalah langkah awal. Setelah ini, tim gabungan berencana melakukan kegiatan serupa di beberapa titik lain yang teridentifikasi memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap narkoba.


Upaya kolaboratif antarinstansi ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan masyarakat dan menjadikan kampung-kampung di Samarinda sebagai wilayah yang bersih dan sehat dari peredaran gelap narkotika. (Adl/Le).

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama