SANGATTA, Prediksi.co.id – Integritas kembali ditegaskan sebagai syarat utama bagi aparatur sipil negara (ASN) di Kutai Timur (Kutim). Melalui Sosialisasi Anti Korupsi dan Gratifikasi selama dua hari di Ruang Tempudau, Kantor Bupati Kutim, Inspektorat menekankan pentingnya menolak gratifikasi demi menjaga kepercayaan publik.
Mengusung tema “ASN Berintegritas Menolak Menerima dan
Memberikan Gratifikasi dalam Bentuk Apa Pun”, kegiatan ini menjadi pengingat
bahwa kemajuan daerah tak hanya diukur dari pembangunan fisik, tapi juga dari
bersihnya tata kelola birokrasi.
Inspektur Wilayah Kutim, Joko Suripto, menyebut ASN adalah
wajah negara di daerah. “Kalau kita jujur, masyarakat percaya. Kalau kita
bersih, sistem akan kuat. Integritas bukan untuk dipamerkan, tapi dijalani
setiap hari,” tegasnya.
Ia menekankan, sosialisasi ini bukan seremoni, melainkan
langkah pembinaan moral dan budaya kerja agar nilai antikorupsi benar-benar
menjadi kebiasaan, termasuk dalam pelayanan, perizinan, hingga pengelolaan
anggaran.
Materi juga disampaikan Siti Hawa, Calon Penyuluh Anti
Korupsi, dengan gaya komunikatif. Ia mengingatkan, ucapan “terima kasih” yang
berubah menjadi pemberian barang, uang atau fasilitas bisa masuk kategori
gratifikasi yang dilarang.
Peserta diajak menonton film pendek antikorupsi dan
berdiskusi tentang cara menolak gratifikasi secara santun. Sejumlah ASN berbagi
pengalaman menghadapi dilema etika dan sepakat bahwa sikap tegas menolak
gratifikasi adalah cara menjaga marwah profesi.
Di akhir kegiatan, pesan yang digarisbawahi sederhana namun kuat: menjadi ASN berintegritas berarti berani menolak gratifikasi, karena integritas adalah harga diri. (Adv Prokopim Kutim/Sol/Le).

إرسال تعليق