Samsun dan "Oleh-oleh" Warga Sidomukti dalam Program Besempekat


Kutai Kartanegara, Prediksi.co.id— Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kalimantan Timur, Muhammad Samsun, menggelar pertemuan bersama kelompok tani, kelompok ternak, dan tokoh masyarakat Desa Sidomukti dalam agenda kedewanan bertajuk Besempekat, sebagai tindak lanjut hasil serap aspirasi masyarakat di daerah pemilihan.

Dalam suasana silaturahmi yang masih kental dengan nuansa Idulfitri, Samsun memperkenalkan program baru DPRD Kaltim bernama **Besempekat**. Program ini, kata dia, menjadi wadah untuk memastikan berbagai program kemasyarakatan tetap berjalan baik di tengah tantangan fiskal yang dihadapi daerah.

Samsun mengungkapkan, penurunan APBD Kaltim dari sekitar Rp21 triliun menjadi Rp14 triliun turut berdampak pada ruang gerak pemerintah daerah. Bahkan, pada 2027, anggaran diperkirakan masih berpotensi turun. Kondisi serupa, menurutnya, juga dirasakan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.

“Belanja keuangan negara sekarang lebih banyak dilakukan langsung oleh pemerintah pusat. Contohnya di bidang pertanian. Dulu menjadi kewenangan daerah, sekarang banyak yang sudah tidak ada lagi,” ujarnya.

Ia mengaku khawatir situasi tersebut akan berdampak pada kebijakan pemerintah daerah ke depan. Karena itu, Samsun menilai perlu ada langkah konkret agar masyarakat, khususnya petani, tetap mendapatkan dukungan.

Salah satu gagasan yang disampaikan adalah menyiapkan program bagi kelompok ternak yang diharapkan dapat memberi efek berantai terhadap kesejahteraan petani. Menurutnya, sektor peternakan dan pertanian harus bisa saling menguatkan agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat desa.

Selain itu, Samsun juga menyoroti program MBG yang dinilai belum masuk ke daerah seperti Sidomukti. Padahal, menurut dia, wilayah seperti ini justru seharusnya menjadi prioritas penerima program. Karena itu, ia menegaskan perlunya evaluasi agar program pemerintah benar-benar tepat sasaran.

Dalam dialog tersebut, masyarakat juga menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak. Salah satunya terkait aktivitas pelajar yang setiap hari berangkat ke sekolah menggunakan sepeda motor, meski sebagian siswa SMA belum memiliki SIM maupun KTP.

Warga menilai kondisi ini rawan menimbulkan persoalan apabila terjadi kecelakaan lalu lintas, karena orang tua akan menghadapi beban yang cukup berat. Untuk itu, masyarakat meminta adanya bantuan bus sekolah guna menunjang keselamatan pelajar.

Aspirasi lain yang turut disampaikan adalah kebutuhan **ambulans desa**, khususnya untuk mengantar jenazah ke pemakaman karena jarak menuju makam dinilai cukup jauh.

Tak hanya itu, warga juga mengeluhkan fasilitas lingkungan seperti televisi di pos RT yang rusak, serta berharap adanya fasilitasi lebih lanjut untuk pengembangan ternak ayam petelur bagi kelompok ternak di Sidomukti.

Melalui pertemuan Besempekat ini, berbagai aspirasi warga diharapkan dapat ditindaklanjuti secara konkret, sehingga kebutuhan dasar masyarakat desa, mulai dari sektor pertanian, peternakan, pendidikan, hingga pelayanan sosial, bisa mendapat perhatian lebih serius. (Adv/Adl/Le).

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama